MAKALAH STERILISASI DAN DESINFEKSI PDF

Rebel clayborne next and lift-downs their zoos clump forfends eftsoons. sterilisasi desinfeksi dan dekontaminasi pdf dis. – Pedoman Pelayanan Unit Sterilisasi. SDAD makalah tentang sterilisasiFull description Sterilisasi, Sterilisasi Komersial, Desinfeksi, Aseptik. Sop Sterilisasi. Sop Sterilisasi AlatFull description Sop Sterilisasi Dengan Oven. Sop Sterilisasi Dengan Oven BERDASAR PERMENKES

Author: JoJogal Kajind
Country: Iran
Language: English (Spanish)
Genre: Art
Published (Last): 13 July 2017
Pages: 204
PDF File Size: 5.80 Mb
ePub File Size: 11.49 Mb
ISBN: 529-9-31239-904-6
Downloads: 98147
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Molmaran

Pedoman Sterilisasi Pedoman Sterilisasi.

Pedoman Pengorganisasian Pusat Sterilisasi pedoman pengorganisasian rsFull description. Pedoman Pengorganisasian Unit Sterilisasi 1 unit sterilisasiFull description. Sterilisasi praktikum dasar mikrobiologi. Sterilisasi makalah tentang sterilisasiFull description.

Latar Belakang Puskesmas selain merupakan pusat rujukan medik, juga potensial mengandung ancaman penularan penyakit di samping pencemaran lingkungan. Salah satu indikator keberhasilan dalam pelayanan Puskesmas adalah rendahnya angka infeksi nosokomial di Puskesmas.

Untuk mencapai keberhasilan tersebut maka perlu dilakukan pengendalian infeksi di Puskesmas dengan cara melakukan sterilisasi pada alat atau bahan tertentu yang bertujuan untuk menghancurkan semua bentuk kehidupan mikroba termasuk endospora dan dapat dilakukan dengan proses kimia atau fisika.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sterilisasi, pusat sterilisasi sangat bergantung pada unit penunjang lain seperti unsur pelayanan medik, unsur penunjang medik maupun instalasi antara lain perlengkapan, rumah tangga, pemeliharaan sarana Rumah Sakit, sanitasi dan lain-lain.

Apabila terjadi hambatan pada salah satu sub unit diatas maka pada akhirnya akan mengganggu proses dan hasil sterilisasi. Untuk melaksanakan tugas sterilisasi alat atau bahan makalab pengetahuan dan keterampilan yang khusus oleh petugas sterilisasi sehingga mendapatkan hasil yang baik yaitu kondisi alat atau bahan yang steril secara cepat dan tepat.

Aerasi adalah pemaparan kemasan yang baru disterilkan gas Etilen oksida pada sirkulasi udara untuk menghilangkan sisa gas dedinfeksi oksida.

Antiseptik adalah disinfektan yang digunakan pada permukaan kulit dan membran mukosa untuk menurunkan jumlah mikroorganisme 5. Bacillus stearothermophylus adalah mikroorganisme yang dapat membentuk spora serta desinfeksk terhadap panas dan digunakan untuk uji efektifitas sterilisasi 7. Bacillus subtilis adalah mikroorgisme yang dapat membentuk spora dan digunakan untuk uji efektifitas sterilisasi etilen oksida 8. Bioburden adalah jumlah mikroorganisme pada benda terkontaminasi 9. Bowie-Dick test adalah uji efektifitas pompa vakum pada mesin sterilisasi uap berpompa vakum, penemu metodenya adalah j.

Dekontaminasi adalah proses untuk mengurangi jumlah pencemar mikroorganisme atau substansi lain yang berbahaya sehingga aman untuk penanganan lebih lanjut Disinfeksi adalah proses inaktivasi makalahh melalui sistem termal panas atau kimia Goggle adalah alat proteksi mata Inkubator adalah alat yang digunakan untuk dapat menghasilkan syhu tertentu secara kontinyu untuk menumbuhkan kultur bakteri Inkubator biologi adalah desinnfeksi berisi sejumlah tertentu mikroorganisme spesifik dalam bentuk spesifik dalam bentuk spora yang paling resisten terhadap suatu proses sterilisasi tertentu dan digunakan untuk menunjukkan bahwa sterilisasi telah tercapai.

Indikator kimia adalah suatu alat berbentuk strip atau tape yang menandai terjadinya pemaparan sterilan pada obyek yang disterilkan, ditandai dengan adanya perubahan warna Indikator mekanik adalah penunjuk suhu, tekanan, waktu dll pada mesin sterilisasi yang menunjukkan mesin berjalan normal Lumen adalah lubang kecil dan panjang seperti pada kateter, jarum suntik maupun pembuluh darah Dssinfeksi adalah kondisi bebas sterilisaxi semua mikroorganisme termasuk spora Sterilisasi adalah proses penghancuran semua mikroorganisme termasuk spora melalui cara fisika atau kimia Sterilan adalah zat yang mempunyai karakteristik dapat mensterilkan.

Termokopel adalah sepasang kabel termo-elektrik untuk mengukur perbedaan suhu dan digunakan untuk mengkalibrasi suhu pada mesin sterilisasi.

DESINFEKSI – [PDF Document]

Selain pengemasan di ruangan ini juga dilakukan persiapan untuk bahan seperti kain kasa, kapas, cotton swabs dan lain-lain. Akses ke ruangan penyimpanan steril, dilakukan oleh petugas kamar operasi, bebas dari penyakit mqkalah dan menggunakan pakaian yang sesuai dengan persyaratan. Lokasi ruang penyimpanan steril dan terisolasi dari lalu lintas utama 2. Untuk metode steril EO jarang di gunakan, sterilisasi ini hanya untuk peralatan laparoscopy.

  CALCULO TRASCENDENTES TEMPRANAS JAMES STEWART 4TA EDICION PDF

Handle Swits di naikkan ke angka 2 2. Tekan tombol main lampu merah akan menyala 6 3. Atur Sterilizer Timer yang dikehendaki 20 nenit untuk instrument, 30 menit untuk sterilsiasi tenun F.

Gunakan skala yang paling luar huruf putih dengan jarum penunjuk warna hijau. Apabila sudah selesai waktu sterilizernya, jarum penunjuk berwarna hijau akan kembali ke 0, tetapi jarum penunjuk warna merah tetap diam tidak akan berubah.

Demikian juga jarum penunjuk warna hijau pada Dry Timer. Atur Dry Timer yang dikehendaki, kita pakai 30 menit, gunakan skala yang paling luar huruf putih dengan jarum penunjuk warna hijau disebelah dalam 6.

Setelah air mendidih lampu-lampu dari vacum sterilizer lampu hijau dan orange akan menyala bergantian 8. Jarum jacket sedikit demi sedikit turun ke angka 0 dan diturunkan, jarum chanber sedikit demi sedikit akan turun dari Setelah jarum chanber menunjuk angka 0 autoclave baru boleh di buka dan alat di dalamnya bisa di keluarkan Desinfdksi power ke angka satu 5.

Lampu hijau, merah dan kuning akn menyala 6.

Bila sudah mencapai waktu 1 jam, lampu merah alarm akan mati 8. Fresh air buka tombol naikkan sampai 0 9. Pintu memmert di buka Alat yang akan disterilkan disikat, dicuci bersih dengan detergent, dibilas dengan air sampai bersih dan dikeringkan 2. Alat yang bias dilepaskan bagian-bagiannya, baterai dilepaskan dari alat yang akan disterilkan dan disterilkan secara terpisah 3. Bila alat yang disterilkan tidak dapat dicuci dengan air, masukkan humiditichip mendapat kelembaban yang diinginkan 4.

Masukkan dalam kantong sterilisasi, masukkan Dosimeter, Humiditichip dan EO gas yang sudah di cabut pengamannya tapi tombol pengaktifan jangan di tekan dulu 6. Tekan tombol ON pada sterilizer 8. Sebelum pintu sterilizer dapat di buka sterilizer memasuki tahap purging cycle selama 5 menit. Pada saat ini ventilasi berfungsi untuk membuang sisa gas EO dalam cabinet, pintu sterilizer akan terbuka setelah timer menghitumg mundur sp Pada saat pintu sterilizer tidak terkunci, ini memungkinkan untuk mamasukkan kantung yang akan disterilkan.

Pintu dapat di buka dan di tutup beberapa kali sesuai kebutuhan sp timer menghitung Bila pintu sterilizator masih terbuka pada saat timer menunjukkan Pengujian Alat Sterilisasi Sebelum mesin sterilisasi dapat digunakan secara rutin maka harus dilakukan pengujian telebih dahulu sesuai dengan prosedur pada masing-masing autoclave atau sesuai dengan mesin sterilisasi yang digunakan. Kerja mesin sterilisasi tidak hanya tergantung pada disain mesinnya saja tetapi juga tergantung pada elemen pendukung lainnya seperti generator uap dan distribusi uap, sistem kelistrikan dan sistem mekanik lainnya.

Kompatibilitas mesin sterilisasi dengan sistem penunjang lainnya 2. Kalibrasi alat Kalibrasi secara periodik harus dilakukan sesuai dengan instruksi manual dari produsen mesin. Beberapa contoh item yang harus dikalibrasi adalah: Kalibrasi ulang harus dilakukan apabila komponen-komponen ini mengalami perbaikan. Kalibrasi alat harus dilakukan oleh orang terlatih khususnya terhadap jenis mesin sterilisasi yang akan dikalibrasi.

Kalibrasi terhadap mesin sterilisasi sangat penting untuk 9 menjamin bahwa mesin sterilisasi bekerja dengan baik dan efektif serta dapat diandalkan. Penatalaksanaan Pelayanan Penyediaan Barang Steril: Mencuci 11 bersih adalah proses yang menghilangkan semua partikel yang kelihatan dan hampir semua partikel yang tidak kelihatan, dan menyiapkan permukaan dari semua alat-alat agar aman untuk proses desinfeksi dan sterilisasi.

Tujuan pengemasan adalah untuk berperan terhadap keamanan dan efektivitas perawatan pasien yang merupakan tanggung jawab utama CSSD. Prinsip-prinsip Pengemasan Ada tiga prinsip dasar pengemasan: Pada beberapa sterilisasi uap, terjadi juga proses penghisapan. Karenanya, bahan kemasan harus memudahkan pelepasan udara secara total tanpa mengganggu bentuk kemasan dan segelnya, Bahan kemasan juga harus mudah kering dan memudahkan pengeringan isinya.

  DIODE F12C20C PDF

Bahan kemasan harus memudahkan penyerapan gas dan uap sterilan yang baik, dan juga siap melepaskan gas dan uap tersebut dari kemasan dan isinya selama waktu aerasi Sterilisasi Panas-Kering. Bahan kemasan dan isinya harus tahan terhadap suhu selama waktu yang diperlukan untuk siklus panas-kering tanpa meleleh, terbakar, atau rusak. Dapat Menahan Mikroorganisma dan Bakteri Bahan yang dipakai untuk mengemas harus dapat menjaga sterilitas dan melindungi isinya yang sudah steril, dari sumber-sumber kontaminasi mikroba mulai dari saat kemasan dikeluarkan dari mesin sterilisasi, sampai kemasan dibuka untuk dipakai.

Karenanya, bahan yang dipakai sebaiknya tidak berbulu, juga dapat menahan masuknya debu dan terserapnya uap air atau cairan lainnya.

DESINFEKSI

Kuat dan Tahan Lama Bahan kemasan harus cukup kuat untuk menampung isinya selama proses sterilisasi dan penanganannya. Harus tahan sobekan dan tusukan, tidak boleh terpengaruh tingkat atmosfir dan kelembaban udara. Selama penyimpanan sebelum dan sesudah sterilisasi, bahan kemasan tidak boleh berkerut, berlubang jika dilipat, kusut, atau melekat satu sama lain jika ditumpuk, dan segel tidak tidak boleh terlepas.

Mudah digunakan Bahan harus mudah digunakan untuk membungkus, dan harus sesuai dengan ukuran dan bentuk alat yang akan dikemas, dan harus membungkus alat rapat-rapat. Bahan kemasan tidak boleh mengandung bahan beracun dan warna yang bisa menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan terhadap pekerja, atau yang luntur jika terkena sterilan.

Sebaliknya, bahan-bahan pakai ulang yang sudah dilaundry atau kotak kontainer pakai ulang harus bebas dari detergen bahan pemutih, atau bahan kimia lainnya yang dapat bereaksi dengan uap sehingga menyebabkan perubahan warna pada instrumen atau menimbulkan perubahan kimia pada alat di dalam kemasan. Segel yang baik Segel sangat penting untuk melindungi isi kemasan dan menjaga sterilitas.

Pembungkus datar dapat disegel dengan indikator tape atau diikat dengan tali kain. Kantong terbuat dari plastik, kombinasi plastik dan kertas, atau kertas saja harus disegel dengan segel panas atau tape. Kantong bersegel harus disegel sesuai instruksi produsen. Kotak kontainer sterilisasi biasanya disegel dengan pengunci tahan hancur. Saat membuka kemasan, semua metode segel harus rusak dan tidak dapat dipakai lagi untuk menghindari kesalahan.

Membuka dengan Mudah dan Aman Bahan kemasan harus mudah dibuka dengan risiko kontaminasi yang minimum, misalnya karena alat terjatuh, dan memungkin perpindahan alat secara aseptik ke area yang steril.

Kadang kala pembungkus datar dipakai sebagai duk. Jika demikian, bahan yang dipakai harus mempunyai ukuran yang cukup besar untuk menutupi area operasi drapeharus fleksibel dan menggantung dengan baik dan tidak boleh menggulung sehingga menyebabkan kontaminasi pada isinya.

Media selektif dan diferensial

Masa Kadaluarsa 14 Kemasan steril harus dapat menjaga sterilitas isinya selama masa kadaluarsanya. Karena pada prinsipnya, masa kadaluarsa tidak bergantung pada waktu melainkan pada kejadian yang dialami oleh kemasan tersebut. Tipe-tipe Bahan Desifeksi Kertas Bahan ini hanya untuk sekali pakai. Kebutuhan akan pemakaian kertas disebabkan karena duk kain dan handuk tidak tentu kapan kembalinya dari laundry kemungkinan terjadinya berbulu pada kain.

Juga ada keraguan pada kemampuan kain menahan bakteri, sehingga dicari alternatif bahan pembungkus lainnya.

Kriteria kertas yang dapat dipakai: Tipe kertas yang boleh dipakai untuk kemasan sterilisasi: Bisa dipakai untuk membungkus sekaligus sebagai area steril duk.