CEM SONETOS DE AMOR PABLO NERUDA PDF

1 Pablo Neruda Cem sonetos de amor Title: Cem sonetos de amor Author: Pablo Neruda Format: Language: Portuguese Pages: Publisher: 0 ISBN: Format. Cem sonetos de amor pablo neruda pdf. Free Download e-Books 21 36 15 -A- C Windows system32 wininet. sys C WINDOWS. Cien Sonetos de Amor has ratings and reviews. Ahmad said: Cien sonetos de amor = Love Sonnets, Pablo Nerudaتاریخ نخستین خوانش: روز.

Author: Tocage Moogubei
Country: Malawi
Language: English (Spanish)
Genre: Music
Published (Last): 17 March 2018
Pages: 252
PDF File Size: 20.29 Mb
ePub File Size: 12.59 Mb
ISBN: 461-6-64225-186-1
Downloads: 14163
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Faejora

Goodreads helps you keep track of books you want to read. Want to Read saving…. Want to Read Currently Reading Read. Refresh and try again. Open Preview See a Problem? Thanks for telling us about the problem. Return to Book Page. Cien Sonetos de Amor by Pablo Neruda. Kindle Editionpages.

Published August 14th by Leer-e – Palabras Mayores first published To see what your friends thought of this book, please sign up. To ask other readers questions about Cien Sonetos de Zonetosplease sign up. Sasha Somewhat, it’s more poetic description of what love feels like. See 1 question about Cien Sonetos de Amor…. Lists with This Book. This book is not yet featured on Listopia. Heruda gerimis udara dingin, inginkan satu pelukan hangat kekasih.

Terbangun dengan satu ciuman di kening, sementara di luar hujan. Kuambil gaun musim panasku dan berjalan ke pintu, memandang hujan amod halus yang indah, dan berkata kepadanya, Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, atau kapan, atau dari mana.

Aku sonetks dengan lugas, tanpa banyak soal atau rasa bangga; begitulah aku mencintaimu sebab aku tak tahu jalan lain. XVII Kulangkahkan kaki ke tepi beranda rumah putih, tempat ayunan tergantung menanti bergoyang. Kutahu akan tertidur di sini dengan desau angin yang melintas ketika hujan reda nanti. Kemerahan, datanglah hampir tenggelam.

Cien Sonetos de Amor by Pablo Neruda (4 star ratings)

Berlari kecil ke dermaga danau, hujan reda menyisakan wangi rumput basah yang diinjak tapak kaki. Aku duduk bersandar pada satu tiang dermaga, pelepah daun kelapa mengambang di danau. Hanya beberapa burung melintas dengan bayangan yang terpantul di air. Hembusan angin memberi suara pada kemerisik tanaman tropis di ujung danau.

XLII Lalu kulihat sepasang merpati yang sedang bercanda, seolah bersapa minta pengertian sebelum mereka terbang dipeluk angkasa, Cintaku mempunyai dua kehidupan, untuk mencintaimu; sebab itulah aku mencintaimu ketika aku tak mencintaimu dan pula mengapa aku mencintaimu ketika aku mencintaimu. XLIV Kulempar batu ke danau yang memantulkan cahaya langit. Biru di langit, biru di danau. Kelam di langit, kelam juga di danau. Langit melipatkan sesayapmu ke atasmu, mengangkatmu, membantunmu ke pelukanku dengan rasa hormat yang misterius dan tepat waktu.

  ATRAVESSANDO A RUA RICHARD SIMONETTI PDF

Mengejar pelangi yang jatuh di ujungnya. Tak kuhiraukan luka di kaki yang nruda lajuku. Gaun yang tadi halus kini sedikit koyak.

Hujan turun dengan deras, diiringi petir dan guntur bertalu-talu. Aku kehilangan pelangi yang tidak muncul lagi. Aku terduduk di batang tua, sambil mengusap hujan yang menetesi aamor. Mereka yang ingin melukaiku telah melukaimu, dan setangkup racun rahasia untukku bagaikan jaring yang berlalu lewat kerjaku – tapi meninggalkan noda berkarat dan resah padamu.

Pablo Neruda. Cem sonetos de amor

Apa dia pergi dengan yang lain? Kenapa tak kutemukan di sini di dalam hutan ini? Aku berlari memanggil namanya. Luka kakiku tak kuhiraukan. Badanku basah, aku kedinginan.

Aku mencintaimu hanya karena engkaulah yang kucintai; aku membencimu tanpa akhir, dan membencimu menikung ke arahmu, dan ukuran dari cintaku yang berubah-ubah untukmu adalah bahwa aku tak bisa memandangmu namun mencintaimu. LXV Lalu aku melihat bayangannya.

Bukan pelangi, namun cahaya yang lebih terang. Aku berlari ke arahnya dan jatuh dalam pelukannya. Aku rindu sekali padanya. Mudah-mudahan ini nyata, bukan hanya bayangan semu yang kukejar. LXIX Lalu kita saling bertatap dan menuntun jalan menuju pulang.

Kita bergandengan dalam sosok tubuh manja, merapatkan dan saling melindungi. Kemudian cinta tahu mesti dipanggil cinta Dan ketika aku mengalihkan mataku ke namamu, tiba-tiba hatimu menunjukkan jalanku. Desir angin melambaikan tirai. Waktu serasa berhenti ketika kau memelukku. Hujan sudah mulai reda, dan perapian masih hangat.

Gelegar petir terkadang memecah suasana. Namun kau tetap dalam diammu, di belakangku dan berbisik, Aku ingin engkau hidup selagi aku menunggumu, mengantuk. Aku ingin telingamu masih mendengar angin, aku ingin kau menghirup aroma laut yang kita cintai bersama, terus berjalan di pasir bak sediakala ds kita berjalan berdua.

Kuletakkan telunjuk di bibirnya, untuk tidak berkata apa-apa lagi. Kusibakkan rambutnya, menatap kedalaman matanya, lekat-lekat, Biarlah kita mencintai dengan cinta yang melahap buahnya dan rontok, bayangnya dan kuasanya, ke ribaan bumi: XCV Kami berdua memandang langit. Hujan baru saja reda. Ada angin apa ya nulis kayak di atas?

View all 3 comments. Di Pagi aku cfm gairah cinta yang meluap dan berkelimpahan untuk seorang Matilde. Seperti sepasang remaja yang jatuh cinta dan mengarahkan seluruh emosinya pada sang pujaan hati. Lalu di Senja sang pujangga mulai menikmati ketenangan dan keromantisan cintanya laksana senja itu sendiri. Memasuki Petang aku takut. Cinta sang pujangga seakan tak terkendali dan takut akan sesuatu yang tak terlihat namun seperti bayangan terus mengikutinya.

Dan aku tahu di Malam bahwa sang pujangga akhirnya bisa m Di Soneto aku melihat gairah cinta yang meluap dan berkelimpahan untuk seorang Matilde. Dan aku tahu di Malam bahwa sang pujangga akhirnya bisa menerima ketakutan cintanya itu. Berusaha mengekalkan waktu tersisa yang ia miliki dan menuliskannya dengan indah, Aku tak ingin tawamu, atau jejak langkahmu sangsai; aku tak ingin warisan kebahagiaanku mati; jangan memanggil ke arah dadaku: Hiduplah dalam ketakhadiranku bak di pxblo rumah.

  MALLEUS MALEFICARUM EL MARTILLO DE LAS BRUJAS PDF

Ketakhadiran adalah sejenis rumah besar di sana kau melangkah lewati dinding-dindingnya, lukisan-lukisan yang tergantung dalam udara tipis. Ketakhadiran adalah sejenis rumah yang transparan sehingga bahkan meski sudah mati aku akan melihatmu di sana, dan spnetos kau sengsara, Kekasih, aku akan mati kedua kalinya. I sonefos Neruda’s love poems. I hate them because they are essentially a repetition of this line from sonnet XII: Plena mujer, manzana carnal, luna caliente It appears that the primary feature which Neruda loves in Mathilda Urrutia is her ability to be abstracted.

She is an abstractable woman — what Neruda loves in her is the ability to peg on her a list of qualities that are the yin to neuda manly yang. What does ds do besides kiss? What does she say besides love? Who is this human? She’s the e I hate Neruda’s love poems. She’s the empty and all-encompassing archetypal muse-woman, this full woman flesh-apple hot moon. No, not her — let’s not blame her, the person herself, who could be anything.

It’s the fabricated woman in the poems who is achingly dull. The good news is that these poems were written late in life and some of the hundred are more about death than love.

The death sonnets — well there’s not much better than those. Nov 17, N. Eso o Matilde, su bienamada, era un pan en otra vida. View all 4 comments. So beautiful but I highly recommend reading his biography before this book because otherwise you won’t get the real meaning of it Neruda does it again. He reaches into the cracks and crevices of the se and buries the essence of nature at its cfm into his paablo, and out flows passion in every letter, one hundred times over.

My favourites were numbers 8, 10, 17, 29, 36, 68, 76, 81, 88, 89, 93 and I was moved by the whole collection. I definitely saw why people praise Neruda’s work, especially his love poetry. That being said I did, however, find some images to be r My favourites were numbers 8, 10, 17, 29, 36, 68, 76, 81, 88, 89, 93 and