AKTA ORANG PAPA PDF

Emart · Golden Dragon City · Upwell Supermarket · Everrise Departmental Store · Percent Superstore Moyan · Boulevard Hypermarket. is raising phenomenon and the issue is cater under the Akta Orang Papa Act Malaysia’s Social. Welfare Department had identified a total of Title, Akta Orang-orang Papa, Laws of Malaysia. Author, Malaysia. Publisher, Ketua Pengarah Percetakan, Length, 16 pages. Export Citation .

Author: Vuk Mer
Country: India
Language: English (Spanish)
Genre: Relationship
Published (Last): 26 March 2011
Pages: 293
PDF File Size: 1.38 Mb
ePub File Size: 17.47 Mb
ISBN: 514-6-85009-211-8
Downloads: 95493
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Gogore

Tidak boleh dibanteras kehidupan jalanannya dengan cara membelakangkan hak dan kebebasan warga jalanan yang memang sedang mengalami kemiskinan dan tidak bertempat tinggal, ujar Food Not Bombs-KL. Akta tersebut aita digunapakai sebagai platform untuk pihak pegawai Kebajikan Masyarakat dan pihak berkuasa untuk menjalankan pelbagai usaha pembanterasan, sebagai contoh, Operasi Gelandangan, yang menjejaskan ribuan warga jalanan di negara ini.

Lebih spesifik, Akta tersebut memberikan kuasa kepada pihak berkuasa untuk mengambil dalam jagaan mereka, mana-mana warga jalanan dan dihadapkan ke Majistret, menahan sehingga tiga tahun dan mengganggu-gugat warga jalanan yang diputuskan sebagai orang papa.

Warga jalanan yang ditangkap akan ditahan di suatu tempat tahanan yang jauh dan terpencil yang mana operasinya dikelolakan oleh Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat KPWKM.

Akta tersebut merupakan peninggalan undang-undang represif koloni British yang diperkenalkan pada tahun Ia memudahkan kepolisan, gangguan, dan pengusiran secara paksa warga jalanan dari ruang awam. Ini melanggari pala dan kebebasan bergerak, perlindungan sama rata dan kebebasan kediri. Pihak berkuasa sering menjalankan operasi menangkap, ujian dadah, intimidasi dan gangguan secara sistematik terhadap warga jalanan menerusi Operasi Gelandangan. Secara ringkasnya, penyelamatan, pemulihan dan penjagaan dari Akta tersebut lebih menyerupai kepolisan sosial dari kebajikan sosial.

Akta Orang-Orang Papa 1977

Warga jalanan mengalami masalah kesihatan, kecederaan, eksploitasi kerja, keberhutangan dan diskriminasi; namun, pelaksanaan polisi berhubungan dengan Akta tersebut hanya menambahkan lagi kesusahan warga jalanan. Warga jalanan ini dilucutkan hak pemilikan, maruah diri dan hak dan kebebasan perlembagaan. Akta tersebut membazirkan sumber awam ke atas aktiviti operasi seperti penangkapan, reman dan penahanan warga jalanan. Sumber yang diboroskan itu adalah lebih bermanfaat sekiranya diperelokkannya bantuan konstruktif kepada masyarakat dari segi sosial dan ekonomi.

Adalah tidak bermoral dan adil dari segi undang-undang apabila hak sivil warga jalanan dibantutkan melalui operasi-operasi penangkapan yang membuta-tuli. Sedarilah yang kehidupan jalanan dan kemiskinan tidak boleh dibanteras dan dikawal menerusi penangkapan, penahanan dan sebarang hukuman jenayah sewenang-wenangnya.

Adalah terpesong sekali apabila kerajaan meletakkan keutamaan pada imej superfisial bandar sebagai definisi pembangunan pesat. Warga kehidupan jalanan yang kami lihat kini adalah suatu petanda bahawa keadaan sosial dan ekonomi negara ini tidak terjamin. Masalah adalah dalam bentuk dan pelaksanaan skim-skim pekerjaan, pencen, perumahan, kesihatan, pendidikan dan perlindungan sosial.

  ENGELBERT MVENG PDF

Kerajaan harus melihat hubungan papw langsung faktor-faktor yang tersebut di atas dan mengambil pendekatan serius terhadap masalah ini. Tambahan, masyarakat awam harus mengambil inisiatif untuk bangun dan menggesa orzng kerajaan untuk memikul tanggungjawab perkara ini. Orang awam adalah berkepentingan terhadap suatu strategi jelas dari pihak kerajaan untuk mengurangkan masalah kehidupan jalanan dengan pemantauan yang berkesan serta pengambilan langkah-langkah untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi pada akar penyebabnya.

Agensi-agensi kerajaan, bukan sahaja KPWKM, harus melakukan kajian yang menyeluruh dan menggunakan maklumat dengan bijak ke arah pembangunan, kemajuan program sosial dan ekonomi dan polisi awam. Kami menggesa supaya Akta Orang-Orang Papa Akta dimansuhkan dan satu polisi yang mengetengahkan keutamaan pada kesejahteraan dan penyertaan sosial dan ekonomi dibangunkan.

Polisi dan program untuk mengatasi masalah kehidupan jalanan harus — tanpa pengecualian — dibentuk berlandaskan kesamarataan, kesaksamaan, kebebasan, nilai maruah diri mengikut kehendak dan kepentingan semua rakyat negara.

Tidak boleh dibanteras kehidupan jalanannya dengan cara membelakangkan hak dan kebebasan warga jalanan yang memang sedang mengalami kemiskinan dan tidak bertempat tinggal.

We are deeply concerned with the use of the Destitute Persons Act DPA by the government as a tool to address homelessness and poverty. Since its enactment, the DPA has served as a platform for appa welfare officers and local authorities to conduct round ups, such as Operasi Gelandangan, that affect thousands of people experiencing homelessness akkta the country.

Seksyen 8 Akta Imigresen 1959/1963

It is a remnant of repressive colonial policies, introduced by the British in Like every other anti-vagrancy law of the last years, the DPA is a punitive instrument—both in premise and implementation.

It facilitates policing, harassment and forced removal of homeless persons from public spaces, thereby violating constitutional rights to freedom of movement, equal protection and personal liberty.

Through Operasi Gelandangan, government officers regularly subject persons on the streets to raids, drug tests, acts of intimidation and various forms of systematic harassment.

In other words, treatment more closely resembles policing than social welfare. People who are homeless face a multitude of troubles such as illness, injury, job exploitation, debt, and discrimination; yet practices linked to the DPA only add further strain to their lives by depriving them of possessions, personal dignity and well-being and constitutional rights and freedoms. As harsh as the current practice is, the MWFCD recently revealed plans to amend the DPA to ensure harsher enforcement and punishment against persons found or feared to be begging.

We firmly stand opposed to any criminalisation of begging, because like homelessness, it is a symptom of larger social and economic problems. Security in our communities cannot be realised through the denigration and social marginalisation of those facing poverty and exclusion. Implementation of the DPA wastes millions in public resources on meaningless raids and detention.

  GEOSYSTEMS 7TH EDITION CHRISTOPHERSON PDF

These raids and detention rob thousands of people—each of whom would benefit from constructive assistance—of precious time, energy, and liberties. The time has come to realise that the DPA is not a solution to homelessness and poverty. The homelessness that we see today is a sign of social and economic insecurity.

Homeless persons are not the problem. The problem is that, in practice, our employment, pension, housing, health, education, and social protection schemes are full of cracks, which affect all our lives.

Pxpa government needs to take the connection between these factors and homelessness more seriously. Civil society also ought to start pushing the government to represent our interests and take greater responsibility. Public interest lies in the development of a clear national strategy for reducing homelessness by effectively monitoring and addressing the social and economic issues at its root.

Government agencies, including but not limited to the MWFCD, ought to be actively studying homelessness and using information for the development and improvement of public programmes and policy.

We call for an immediate repeal of the Destitute Persons Act and the development of a policy framework for providing greater social oranf economic inclusion and security for all persons. Policies and programmes for addressing homelessness should—without exception—be designed in accordance with the equal rights, freedoms, dignity, and needs of all citizens.

We cannot fight homelessness by trampling on the rights of papz experiencing poverty and homelessness.

Seksyen 8 Akta Imigresen /

Monday, 31 December Thanks for dropping by! Apart from the views expressed in Aliran’s media statements and the NGO statements we have endorsed, the opinions in other pieces published here do not necessarily reflect Aliran’s official position. Our voluntary writers work hard to keep these articles free for all to read. But we do need funds to support our struggle for Justice, Freedom and Solidarity. To maintain our editorial independence, we do not carry any advertisements; nor do we accept funding from dubious sources.

If everyone reading this was to make a donation, our fundraising target for the year would be achieved within a week. So please consider making a donation of whatever amount you can afford to sustain Aliran. Grim outlook for Malaysia: More could be older, childless, poor by Poverty in an epoch of plenty. Aliran is a reform movement in Malaysia promoting justice, freedom and solidarity. Content may be reproduced without alteration but please attribute to aliran.